Sabtu, 22 September 2012

makalah '' pengaruh nutrisi terhadap pertumbuhan kacang hijau ''

-->
-->
KELAS : XII IPA
KELOMPOK III:


SMA AL BALADUL AMIN KANDANGAN
HULU SUNGAI SELATAN
TAHUN AJARAN 2012 / 2013




KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya  jualah akhirnya tugas pra proposal ini dapat diselesaikan dengan ketentuan dan kemampuan yang ada.
Tugas pra proposal ini berjudul “PRA Proposal Pengaruh Nutrisi Pada Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau” yang dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas dari guru mata pelajaran biologi. Tugas makalah yang telah kami selesaikan ini tentu tidak terlepas bantuan arahan serta bimbingan dari Ibu Dra.Hj.Tri krisnawati selaku pengajar biologi. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Pada kesempatan ini kami juga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak dalam menyusun makalah ini yaitu kepada;
1.      Orang tua yang telah mendukung dalam penyelesaian makalah ini.
2.      Teman-teman yang telah memberikan masukan-masukan yang sangat berarti bagi kelompok kami.
Kami menyadari adanya berbagai kekurangan yang terdapat didalam tugas makalah kami ini, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah kami harapkan. Mudah-mudahan proposal ini akan dapat bermanfaat bagi kita semua, amin.

Kandangan, 5 September 2012

Penyusun



BAB I PENDAHULUAN


1.1.      LatarBelakang

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
            Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai produsen di muka bumi ini. Dalam ekosistem terdapat dua macam komponen yang saling ketergantungan, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik . komponen biotik terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik antara lain : udara, gas, angin, cahaya, matahari, dan sebagainya. Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi, misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis di butuhkan oleh makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, kami mengadakan eksperimen untuk mengetahui apakah benar ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau.


(Proses pertumbuhan biji kacang hijau)

            Tumbuhan memerlukan nutrisi untuk kelangsungan hidupnya. Nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsur makro ( makronutrien ). Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, posfor dan magnesium. Sedangkan nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro ( mikronutrein ). Contoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan , seng, tembaga, molibdenum. Kekurangan nutrien di tanah atau media tempat tumbuhan hidup menyebabkan tumbuhahan mengalami defisiensi. Defisiensi mengakibatkan tumbuhan menjadi tumbuh dan berkembang dengan tidak sempurna.
            Tanah yang subur adalah tanah yang dapat memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan tumbuhan selama masa pertumbuhannya karena kandungan yang ada didalam unsur hara sangatlah penting bagi tumbuhan.Tanaman memerlukan kondisi tanah tertentu untuk menunjang pertumbuhannya yang optimum.Kondisi tanah tersebut meliputi faktor kandungan air, udara, unsur hara dan penyakit. Kandungan unsur hara dalam bentuk ion pada setiap jenis tanah itu berbeda sehingga apabila salah satu faktor tersebut berada dalam kondisi kurang menguntungkan maka akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman yang disebut difisiensi, seperti batang tidak tumbuh, daun berwarna kekuningan, tumbuhan berwarna pucat, memiliki bercak kemerahan pada daun, dan akhirnya tanaman tersebut akan mati.



1.2.      Rumusan Masalah

1. Apakah jenis tanah berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangantanaman kacang hijau ?
2.Bagaimanakah pengaruhberbagai jenis tanah terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau?
3.Tanaman pada jenis tanah manakah yang dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan subur? Mengapa demikian ?
4.Tanaman pada jenis tanah manakah yang tidak dapat tumbuh dan berkembang lebih lanbat atau tidak subur ? Mengapa demikian ?

1.3       Tujuan penelitian

Adapun tujuan kami melakukan penelitian ini sebagai berikut :
1.3.1    Untuk  mengetahuiapakah jenis tanah berpengaruh terhadap pertumbuhandan perkembangan tanaman kacang hijau.
1.3.2    Untuk  mengetahui pengaruh berbagai jenis tanah  terhadap pertumbuhandan perkembangan tanaman kacang hijau.
1.3.3    Untuk mengetahui jenis tanah manakah yang dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan subur.
1.3.4    Untuk mengetahui jenis tanah manakah yang dapat tumbuh dan berkembang lebih lambat dan tidak subur.

1.4       Batasan Masalah

Pada batasan masalah kali ini, kami hanya membahas tentang pengaruh berbagai jenis tanahdan nutrisi terhadap peran pertumbuhan dan perkembangan, namun sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seperti suhu, cahaya, kelembaban dan air.

1.5       Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini antara lain:
1.      Mengetahui apakah jenis-jenis tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan
dan perkembangan tanaman kacang hijau.
2.      Mengetahui pengaruh berbagai jenis terhadap pertumbuhan
dan perkembangan tanaman kacang hijau.
3.      Mengetahui jenis tanah manakah yang dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan subur.
4.      Mengetahui jenis tanah manakah yang dapat tumbuh dan berkembang lebih lambat atau tidak subur.
5.      Sebagai bahan penelitian labih lanjut.

1.5      Waktu dan Tempat Penelitian

            1. Waktu :
·         Hari: Senin­– Senin
·         Tanggal: 27 Agustus 2012 – 3 September 2012
·         Jam : 17.00 Wita

2.      Tempat  Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Asrama Baladul Amin , sekitar kamar 6.
1.6       Hipotesis
Perbedaan jenis tanah dapat memepengaruhi tumbuhan dan perkembangan bijikacang hijau. Dari 4 (empat) jenis tanah yang kami teliti yaitu; tanah humus, tanah gunung, tanah liat, dan tanah pasir. Maka kami memperkirakan biji yang paling cepat atau pertama kali tumbuh menjadi pertama kali tumbuh menjadi kecambah adalah biji yang di tanam pada tanah humus, karena pada tanah humus banyak mengandung unsur  hara yang di perlukan selama biji kacang hijau mengalami pertumbuhan.
Kedua adalah biji kacang hijau yang di tanam pada pasir karena pasir memiliki celah yang mudah untuk di tembustunas(kecambah) dari biji kacang hijau saat pertama  kali tumbuh dan tanah pasir  juga  banyak mengandung unsur hara,air sungai yang mengalir dari hulu ke hilir membawa berbagai jenis unsur hara yang akhirnya akan bercampur tanah pasir yang ada di tepian sungai. Ketiga adalah biji kacang hijau yang di tanam pada tanah liat,tanah liat juga memiliki unsur hara yang relatifcukup sehingga biji kacang hijau dapat mengalami pertumbuhan seperti  jenis jenis tanah lain yang mengandung banyak unsur hara. Dan yang terakhir (keempat) adalah biji kacang hijau yang di tanam pada tanah gunung,tanah gunung tidak memiliki celah yang mudah di tembus tunas dan tidak mudah untuk resapan air sehingga tanaman kacang hijau tidak tumbuh dengan normal.



















BAB II  TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Apakah yang dimaksud dengan unsure hara tanah ?
Sumber tanaman lengkap bagi tanaman adalah unsur hara, ada 16 unsur harayang mutlak dibutuhkan tanaman (unsur hara esensial) untuk mendukung pertumbuhannya, 3 diantaranya sudah tersedia di alam yaitu O2 (oksigen), C (karbon), H (hydrogen) ketiganya dapat bebas diperoleh dari udara dan air yang merupakan salah satu bahan penyusun tanah. Namun ketigabelas unsur hara lainnya sering menjadi masalah bagi pertumbuhan tanaman jika kebutuhan unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi atau kurang. Seperti pada makhluk hidup lainnya  makanan mengandung nutrient yang berfungsi sebagai sumber energi dan sumber materi untukmenyintesis berbagai komponen sel. Tumbuhan mengandung nutrient berupa air, karbon dioksida dan meniral serta unsure lainnya. Unsure hara mineral banyak terdapat dalam tanah dan merupakan unsur hara yang lengkap. Unsur hara dapat dibedakan hara makro/makronutrient, hara mikro/mikronutrient, dan hara tambahan. Tumbuhan memperoleh makanannya dengan melakukan fotosentesis dan asupan unsur hara serta air yang masuk dalam tubuh. Hasil dari fotosentesis inilah yang akan membuat tumbuhan dapat bertumbuh dan berkembang.

2.2Jenis-jenis tanah

1.      Tanah humus


Secara sederhana tanah humus didefinisikan sebagai material organik yang berasal  dari degradasi ataupun pelapukan daun-daunan ataupun ranting-ranting tanaman yang membusuk (mengalami dekomposisi) yang akhirnya berubah menjadi humus (bunga tanah), dan kemudian menjadi tanah yang berada dalam keadaan stabil, dan berwarna coklat kehitaman. Sedangkan secara lebih kimia, humus didefinisikan sebagai suatu komplek organik makromolekular yang mengandung banyak cincin dan subtituen-subsituen polar seperti fenol, asam karbosilat, dan alifatik hidroksida.
     
      Ciri-ciri tanah humus
-          Berada dipermukaan tanah
-          Warnanya gelap
-          Terbentuknya dari pembusukan sisa makhluk hidup
-          Sangat bagus untuk pertanian/bercocok tanam

2.      Tanah gunung
Tanah gunung adalah tanah yang butiran-butiran saling lengket atau melekat. Tanah gunung memilki tipe butiran-butiran tanah yang halus menyerap air dan jarang bisa ditanami oleh; tumbuhan.
            Tanah gunung merupakan suatu zat yang terbentuk dari partikel-partikel yang sangat kecil terutama dari mineral-meneral yang disebut kaolinet, yaitu persenyawaan dari oksida alumunia (Al2O3), dengan oksida silica (SiO2) dan air (H2O).

Ciri-ciri tanah gunung :
-          Berwarna kuning kecoklatan
-          Mudah dibentuk
-          Sulit dilalui air
-          Butiran tanahnya halus
-          Tidakbagus untuk bercocok tanam

3.      Tanah liat
Tanah liat adalah tanah yang strukturyang besar seperti bongkahan. Tanah liat memilki tipe butiran-butiran tanah yang keras.

Ciri-ciri tanah liat :
-          Berwarna ke abu-abuan
-          Apabila kering mudah dilalui air
-          Butiran tanahnya keras dan lengket

4.      Tanah pasir
Tanah pasir memiliki ciri-ciri yaitu mengandung butiran pasir yang sangat banyak, meski tanah pasir ini mudah menyerap air akan tetapi sangat sulit untuk ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan.
Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi tanaman kerena terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butiran kasar dan berkerikil.

Ciri-ciri tanah pasir :
-          Terdapat banyak butiran pasir
-          Sangat mudah dilalui air
-          Sedikit mengandung bahan organik
-          Tidak bagus untuk bercocok tanam

2.3 Kandungan unsur hara tanah
Beberapa unsure hara yang diperlukan tanaman : karbon (c), hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, belerang, besi, mangan, boron, Mo, tembaga, seng, dan klor. Unsure hara tersebut tergolong unsure hara esensial. Berdasarkan jumlah kebutuhan bagi tanaman, di kelompokan menjadi 2 , yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro adalah unsur hara yang di perlukan tanaman dalam jumlah besar. Sedangkan unsur hara mikro adalah unsure hara yang di perlukan tanaman jumlah yang relative kecil. Unsur hara makro meliputi N,P,K,Ca,Mg, dan S. Sedangkan unsure hara meliputi Fe, Mn B, Mo, Cu, Zu dan Cl.
Berikut beberapa penjelasan ion-ion unsure hara yang di perlukan tumbuhan :
a.       Besi (Fe)
merupakan unsur mikro yang di serap dalam bentuk ion feri (Fe3+) ataupun fero (Fe2+). Fe dapat di serap dalam bentuk khelat (ikatan logam dengan bahan organik). Khelat Fe yang bias digunakan adalah Fe-EDTA, fe-DTPA dan khelat yang lain. Fe dalam tanaman sekitar 80% yang terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma. Penyerapan Fe lewat daun  dianggap cepat dibandingkan dengan penyerapan lewat akar, terutama pada tanaman yang mengalami defensial Fe. Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun kloropil, protein, enzim, dan peran dalam perkembangan kloroplas.gejala defenisi yang tampak adalah pada daun muda, mula-mula secara bertempat-tempat daun berwarna hijau pucat dan kekuningan. Menyebabkan kenaikan kadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah ribosom secara drastis. Penurunan kadar pigmen dan protein disebabkan oleh kekurangan Fe. Juga akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua enzim, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringannya tidak mati. Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi warna kuning da nada pula yang menjadi warna putih. Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses tersebut misalnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase nitrat. Kekurangan Fe menyebabkan terhambatnya pembentukan klorofil dan akhirnya juga penyusunan protein menjadi tidak sempurna.

b.      Mangan (Mn)
Mangan diserap dalam bentuk ion Mn++. Seperti hara mikro lainya, Mn dianggap dapat diserap dalam bentuk kompleks khelat dan pemupukan Mn sering disemprotkan lewat daun. Mn dalam tanaman tidak dapat begerak atau beralih tempat dari logam yang satu ke organ yang lain membutuhkan. Mangan terdapat dalam tanah berbentuk (MnO(OH)), rhodochrosit (MnCO3) dan rhodoinit (MnSiO3). Mn dilepaskan dari bantuan terutama pyrolusit (MnO2) dan manganit (MnO(OH)). Mn merupakan penyusun ribosom  dan juga mengaktifkan polimerasi, sentesis protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosentesik  yang normal dalam kloroplas, ada indikasi dibutuhkan dalam sentesis klorofil. Defesiensi unsur Mn pada tanaman antara lain adalah pada tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muds mirip  kekahatan Fe tapi lebih banyak  menyebar sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah  dan pangkal daun muda,split seed pada tanaman lupin.

c.       Seng (Zn)
Zn diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn++ dan dalam tanah alkalis mungkin diserap dalam bentuk monovalent Zn(OH). Di samping itu, Zn diserap dalam bentuk kompleks khelat, misalnya Zn-EDTA. Seperti unsure mikro lain, Zn dapat diserap lewat daun. Kadar Zn dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm,sedangkan kadar Zn dalam tanaman berkisar antara 20-70 ppm. Fungsi Zn antara lain : pengaktif enzim anolase, aldolase, asam oksalat dekarboksilase, lasetimase, sistein desulfihidrasi, histidin dan peptidase. Juga berperan dalam biosentesis  auxin, pemanjangan sel dan ruas batang. Adapun Zn antara lain : tanaman kerdil, ruas-ruas batang memendek, daun mengecil dan mengumpul (resetting) dan klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya nekrosis. Ketersediaan Zn menurun dengan naiknya pH, pengapuran yang berlebihan  sering menyebabkan ketersediaan Zn menurun. Tanah yang mempunyai pH tinggi sering menunjukan adanya gejala definsiasi Zn. Terutama pada tanah berkapur.

d.      Tembaga (Cu)
Tembaga (Cu) diserap dalm bentu ion Cu++ dan mungkin dapat diserap dalam bentuk senyawa kompleks organic. Dalam getah tananman baik dalam xylem maupun floem hamper semua Cu membentuk kompleks senyawa dengan asam amino. Cu dalam akar tanaman dan dalam xylem > 99% dalam bentuk kompleks. Kebnyakan Cu  terdapat dalam kloroplas (>50%) dan di ikat oleh plastosianian. Hara mikro Cu berpengaruh pada klorofil, karotenoid, plastokuinom dan plastosianin. Fungsi dan peranan Cu antara lain :mengaktipkan enzim sitokrom-oksidase, asam butirat-fenolasi dan lactase. berperan dalam metabolisme proteien dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan tanaman generative, berperan terhadap fiksasi N secara  simbiotis dan penyusun lignin. Adapun gejala defisiensi / kekurangan Cu antara lain :pembungaan dan pembuahan terganggu, warna daun muda kuning dab kerdil, daun-daun lemah, layu dan pucuk mongering serta batang dan tangkai daun lemah.

e.       Molibdenum (Mo)
Molybdenum diserap dalam bentuk ion MoO4-. Variasai antara titik kritik dengan toksis relatif besar. Bila tanaman terlalu tinggi, selain toksis bagi tanaman juga berbahaya bagi hewan yang memakannya. Umumnya tanah mineral cukup mengandung Mo. Tanah yang disewahkan menyebkan kenaikan ketersediaan Mo dalam tanah. Hal ini disebabkan kerena dilepaskannyaMo dan dari ikatan Fe (III) oksida menjadi Fe(II) oksida hidrat fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xanthine oksidase. Gejala yang timbul kerena kekurangan Mo hamper menyerupai kekurangan N. kekurangan Mo dapat menghambat pertumbahan tanaman, daaun menjadi pucat dan mati dan pembentukan bunga terlambatgejala defisiensi Mo dimulai dari daun tengah dan daun bawah. Daun menjadi kering kelayuan, tepi daun menggelung dan daun umumnya sempit. Bila defisiensi berat, maka lamina hanya terbentuk sedikit sehingga kelihatan tulang-tulang daun lebih dominan.

f.       Boron (B)
Boron dalam tanah terutama sebagai asam borat (H2BO3) dan kadarnya berkisar  antara 7-80 ppm. Boron dalam tanah umumnya berupa ion borat hidrat B(OH)4-. Boron yang tersedia untuk tanaman hanya sekitar 5%dari kadar totol boron dalam tanah. Boron ditranportasikan dari larutan tanah ke akar tanaman melalui proses aliran masa dan difuse. Selain itu, boron sering terdapat dalam bentuk senyawa organik. Boron juga banyak terjerap dalam kisi mineral lempung melalui proses subsitusi isomorfik dengan A13+ dan atau Si4+. Mineral dalam tanah yang mengandung boron antara lain turmalin (H2MgNaAl3(BO)2Si4O2)O20 yang mengandung 3%-4% boron. Fungsi boron dalam tanaman antara lain berperan dalam metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin. Disamping itu boron juga berperan dalam pembelahan, pemanjangan, dan deferensiasi sel, permeabilitas membran dan pekecambahan serbuk sari. Gejala defisiensi hara mikro ini antara lain : pertumbuhan terhambat pada jaringan merestematik (pucuk akar), mati pucuk (die back), mobilitas rendah, buah yang sedang berkembang sangat rentan, mudah terserang penyakit.

g.      Klor (Cl)
Klor merupakan unsur yang diserap dalam bentuk ion Cl- oleh akar tanaman dan dapat diserap pula berupa gas atau larutan oleh bagian atas tanaman, misalnya daun. Kadar Cl dalam tanaman sekitar 2000-20.000 ppm berat tanaman kering. Kadar Cl yang terbaik pada tanaman adalah antara 340-1200 ppm dan dianggap masih dalam kisaran hara mikro. Klor dalam tanah tidak di ikat oleh mineral, sehingga sangat mobil dan mudah tercuci oleh air drainase. Sumber Cl sering berasal dari air hujan, oleh kerena itu, hara Cl kebamyakan bukan menimbulkan defisiensi, tetapi justru menimbulkan masalah keracunan makanan. Klor berfungsi sebagai pemindah hara tanaman, meningkatkan osmoses sel, mencegah kehilangan air yang tidak seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain.


2.4 Apakah yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan ?

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun dari udara (dalam bentuk uap air ataupun embun). Efek yang terjadi membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan biji yang melunak
.
.

Pertumbuhan terbagi dua yaitu;
·         Pertumbuhan primer
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh prmer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batan dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio.
·         Pertumbuhan sekunder
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan cambium yang bersifat meristematik

2.5 Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan


1. Faktor
internal
       Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan hormon
.
2. Faktor eksternal

      
     Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan(nutrisi), suhu.





2.6 Apakah yang dimaksud dengan makanan?


 Makanan adalah sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai komponen sel. Tidak hanya karbondioksida dan air saja yang dibutuhkan tumbuhan untuk bisa tumbuh dengan baik tetapi juga beberapa unsur unsur minerel. Adapun menurut jumlah yang di butuhkan oleh tubuh, unsur mineral ini dibedakan menjadi 2:
            -  Makroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Makroelemen ini  meliputi oksigen, carbon, hidrogen, sulfur, nitrogen, fosfor, kallium, kalsium dan magnesium.
           -   Mikroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalm jumlah sedikit. Mikroelemen ini meliputi besi, klorin, tembaga, seng, molibddenum, boron dan nikel. Mikro elemen ini betfungsi sebagai kofaktor yaitu reaksi enzimatik dalam tumbuhan.
          







BAB III  METODE PENELITIAN

3.1  Rancangan Penelitian

                            
A.    Alat
1.       4(empat) buah gelas ukuran besar, sebagai tempat untuk menanam
2.      Penggaris, untuk mengukur tinggi batang, panjang daun, serta panjang akar pokok.
3.      Gelas kimia, sebagai alat pengukur volume air dalam menyiram tanaman.
4.      Alat tulis.
5.      Pisau dan gunting

B.     Bahan
1.      Bahan yang digunakan yaitu 40(empat puluh) biji kacang hijau, dengan ukuran
dan berat yang hampir sama.
2.      Tanah, sebagai media tanam: humus, gunung, liat,dan pasir.
3.      Air untuk menyiram tanaman.



C.     Cara kerja penelitian
1.      Pertama-tama kita siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Rendam biji kacang hijau dalam air kurang lebih 7 jam.
3.      Kemudian tiriskan biji kacang hijau yang telah direndam tersebut.
4.      Pilihlah biji kacang hijau yang ukurannya lebih besar dan lebih tua.
5.      Siapkan 4 buah gelas plastik berukuran besar yang telah dilubangi, lalu isi setiap gelas tersebut dengan jenis tanah yang berbeda-beda, yaitu dengan tanah humus, tanah gunung, tanah liat,dan tanah pasir.
6.      Lalu tanamkan 10 biji kacang hijau pada setiap gelas dengan beraturan agar mudah saat mengambil data.
7.      Beri nomor disamping gelas secara berurutan pada setiap biji kacang hijau tersebut.
8.      Siram tanaman dengan rutin 1 kali sehari pada sore hari dengan takaran 50 ml setiap gelas.
9.      Amatilah perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi pada setiap biji kacang hijau yang telah ditanam pada jenis tanah yang  berbeda selama satu minggu.
10.  Terakhir, kumpulkan semua data dan buatlah laporannya.


D.     Objek penelitian
Objek Penelitian adalah berupa
biji kacang hijau yang masih segar.













E.     Variabel

·         Variabel Manipulasi: menggunakan media tanam yang berbeda-beda, dilakukan dengan cara menanam biji kacang hijau pada berbagai jenis tanah yang sudah ditentukan.

·         Variabel Respon: Adanya perbedaan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan pada biji kacang hijau yang diukur setiap hari.

·         Variabel Kontrol:Berupa jenis biji kacang hijau, suhu ruangan, takaran pemberian air dan intensitas cahaya yang sama.

3.2  Teknik Pengumpulan Data

Teknik observasi adalah melakukan penelitian langsung
Teknik perpustakaan adalah dengan mengunjungi perpustakaan dan mencari buku – buku yang bersangkutan

3.3  Analisa Data

Penganalisaan data secara kuantitatif dan kualitatif akan dibahas lebih lanjut di bab pembahasan selanjutnya.






BAB IV HASIL PENELITIAN

Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau pada berbagai jenis tanah berikut data hasil penelitian kami tersebut :
Pengukuran dalam satuan cm

A.    Tanah Humus
Rata-rata
(cm)
Hari Ke
1
2
3
4
5
6
7
Panjang batang
-
0,76
2,92
5,47
7,66
9,95
11,2
Panjang daun
-
-
0,62
2,8
3,52
3,9
4,32
Lebar daun
-
-
0,22
1,79
1,91
1,98
2,18








B.     Tanah Gunung
                       
Rata- rata      (cm)
Hari Ke
1
2
3
4
5
6
7
Panjang batang
-
0,73
1,7
3,92
5,05
5,8
6,4
Panjang daun
-
-
0,87
1,83
2,16
2,82
3,15
Lebar daun
-
-
0,32
0,7
0,97
1,21
1,4

C.     Tanah Liat
Rata- rata      (cm)
Hari Ke
1
2
3
4
5
6
7
Panjang batang
-
0,59
2,81
5,31
6,8
7,15
7,9
Panjang daun
-
-
1,49
2,7
3,29
3,45
3,75
Lebar daun
-
-
0,5
1,29
1,43
1,61
1,7





D.    Tanah Pasir
Rata- rata      (cm)
Hari Ke
1
2
3
4
5
6
7
Panjang batang
-
0,76
2,75
5,22
7,34
9,08
10,34
Panjang daun
-
-
1
2,43
3
3,28
3,95
Lebar daun
-
-
0,43
1,1
1,45
1,72
1,85


            Berikut gambaran kami tentang seluruh kriteria tanaman kacang hijau pada berbagai jenis tanah.
1.      Tanah Humus
Dari 10 tanaman kacang hijau yang kami tanam dan teliti berikut ciri-cirinya:
a.       Tinggi batang
Tinggi batang antara lain11,5 cm, 11,8 cm, dan 12 cm.
b.      Warna batang
Warna batang hijau tua keungu-unguan.
c.       Panjang daun
Panjang daun ± 2,2 cm.
d.      Jumlah daun
Jumlah daun rata-rata 2.
e.       Warna daun
Warna daunnya hijau tua.
f.       Lebar daun
Lebar daun ± 1,2 cm
g.      Keras lembeknya batang
Sebagian batang sudah menjadi keras dan mampu manopang beratnya.
h.      Panjang akar
Panjang akar kira-kira 1,5 cm.
i.        Banyaknya serabut akar
Memiliki banyak serabut akar.

2.      Tanah gunung
Dari 10 tanaman kacang hijau yang kami tanam dan teliti berikut ciri-cirinya:
a.       Tinggi batang
Tinggi batang antara lain 8 cm, 8,6 cm, dan 9 cm.
b.      Warna batang
Warna batang hijau muda.
c.       Panjang daun
Panjang daun ± 1,5 cm.
d.      Jumlah daun
Jumlah daun rata-rata 2.
e.       Warna daun
Warna daunnya hijau muda.
f.       Lebar daun
Lebar daun ± 0,7 cm
g.      Keras lembeknya batang
      Batangnya keras dan sebagian berdiri kokoh.
h.      Panjang akar
Panjang akar kira-kira 0,5 cm.
i.        Banyaknya serabut akar
      Serabut akar tidak terlalu banyak.




3.Tanahliat
Dari 10 tanaman kacang hijau yang kami tanam dan teliti berikut ciri-cirinya:
a.       Tinggi batang
Tinggi batang antara lain 8,5 cm, 9 cm, dan 10 cm.
b.      Warna batang
Warna batang hijau tua.
c.       Panjang daun
Panjang daun ± 2 cm.
d.      Jumlah daun
Jumlah daun rata-rata 2.
e.       Warna daun
Warna daunnya hijau tua.
f.       Lebar daun
Lebar daun ± 0,9 cm
g.      Keras lembeknya batang
Sebagian batang sudah menjadi keras dan mampu manopang beratnya.
h.      Panjang akar
Panjang akar kira-kira 0,8 cm.
i.        Banyaknya serabut akar
Serabut akar tidak terlalu banyak.
4.      Tanah pasir
Dari 10 tanaman kacang hijau yang kami tanam dan teliti berikut ciri-cirinya:
a.       Tinggi batang
Tinggi batang antara lain 10 cm, 10,5 cm, dan 11 cm.
b.      Warna batang
Warna batang hijau kemerah mudaan.
c.       Panjang daun
Panjang daun ± 2 cm.
d.      Jumlah daun
Jumlah daun rata-rata 2.
e.       Warna daun
Warna daunnya hijau muda.
f.       Lebar daun
Lebar daun ± 1 cm
g.      Keras lembeknya batang
Sebagian batang sudah menjadi keras dan mampu manopang beratnya.
h.      Panjang akar
Panjang akar kira-kira 1,2 cm.
i.        Banyaknya serabut akar
Memiliki banyak serabut akar.



Deskripsi penelitian:
1.      Hari pertama
ü  Berkecambah, (hipokotil tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah).
ü  Akarnya primer.
2.      Hari kedua
ü  Kulit biji tanaman mengelupas.
ü  Tumbuhnya daun namun masih berhimpit.
3.      Hari ketiga
ü  Batang mulai meninggi.
ü  Daunnya sudah tidak berhimpit lagi.
ü  Akar sekunder.
4.      Hari keempat
ü  Batang terus meninggi namun sebagian warna batang mengalami perubahan warna  menjadi merah muda.
ü  Warna daun semakin tua dan mulai melebar.
ü  Sebagian batang ada yang semakin kokoh namun ada juga yang lemah karena tidak tahan menopang berat daun.
5.      Hari kelima
ü  Batang terus meninggi dan meninggi namun sebagian warna batang mengalami perubahan warna menjadi merah muda.
ü  Warna daun semakin tua dan menjadi keungu-unguan serta makin melebar.
ü  Sebagian batang ada yang semakin kokoh namun ada juga yang lemah karena tidak tahan menopang berat daun.
6.      Hari keenam
ü  Sebagian tumbuhan tumbuh dengan sempurna tetapi ada sebagian yang tidak mengalami pertumbuhan sama sekali.
7.      Hari ketujuh
ü  Tidak jauh berbeda seperti hari keenam yaitu sebagian tumbuhan  juga mengalami tumbuh dengan sempurna tetapi ada sebagian yang tidak mengalami pertumbuhan sama sekali.





BAB V  PEMBAHASAN
Berbagai jenis tanah tertentu dapat mempengaruhi proses pertumbuhan biji kacang hijau tersebut.Pada hari pertama, biji kacang hijau yang di tanam di berbagai jenis tanah tidak menunjukan pertumbuhan.Namun pada hari kedua hampir semua biji kacang hijau yang di tanam diberbagai jenis tanah tersebut sudah mulai berkecambah.Pada awalnya biji kacang hijau yang pertama kali memperlihatkan pertumbuhan yang bagus adalah yang di tanam pada tanah pasir,namun pada hari terakhir  setelah menghitung rata-ratanya ternyata  yang mengalami pertumbuhan paling bagus adalah biji yang di tanam pada tanam pada tanah humus dan ini pun kami lihat berdasarkan beberapa kriteria yang telah kami tentukan, antara lain tinggi batang, panjang daun, jumlah daun,warna daun,lebar daun,warna batang, keras lembeknya batang,panjang akar,dan banyaknya serabut akar.
Pada tanah humus rata-rata pertumbuhan dari hari pertama hingga hari keempattinggi batang bertambah hingga 2 cm, sedangkan dari hari keempat hingga hari kelima rata-rata pertumbuhan tinggi batang bertambah hingga 1,5 cm, dan pada hari kelima hingga hari terakhir pertambahan rata-rata tinggi batang adalah  sekitar1 cm. Pada tanah gunung  pertambahan rata-rata pertumbuhan tanaman kacang hijau dari hari pertama hingga hari ketiga  kurang lebih mencapai 1 cm, dari hari ketiga hingga terakhir pertambahannya kurang lebih mencapai 1,5 cm. Pada tanah liatrata rata pertumbuhan hari pertama hingga hari ketiga adalah sekitar 1,5 cm, dan pada hari ketiga dan keempat rata-rata tumbuhan tinggi batang meningkat hingga kurang lebih 2,5 cm sedangkan dari hari keempat hingga ketujuh  pertumbuhan tinggi batang hanya bertambah kurang lebih 1,5 cm. Pada tanah pasir rata-rata pertumbuhan tanaman kacang hijau dari hari pertama hingga keduakurang lebih 1 cm, namun dari hari kedua hingga kelima pertambahan tinggi hanya kurang lebih 2 cm, dan dari hari kelima hingga hari terakhir pertambahan tingginya kurang lebih 1,5 cm saja.
Pertanyaan:                                               
1.  Apakah jenis tanah berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau ?
2.  Bagaimanakah pengaruh berbagai jenis tanah terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau?
3.  Tanaman pada jenis tanah manakah yang dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan subur? Mengapa demikian ?
4.  Tanaman pada jenis tanah manakah yang tidak dapat tumbuh dan berkembang lebih lanbat atau tidak subur ? Mengapa demikian ?
Jawaban pertanyaan:
1.      Jenis tanah jelas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau, hal karena setiap jenis tanah memiliki kandungan unsur hara yang berbeda-beda.
2.      Pengaruh berbagai jenis tanah terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau yaitu apabila suatu tanah yang memiliki kandungan zat unsur hara sedikit baik unsur hara makro maupun unsur hara mikronya, maka tanaman kacang hijau tersebut tidak akan berkembang dengan baik dengan tidak memenuhi beberapa kriteria tumbuhan yang baik sebab tanah tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang membantu dalam proses fotosintesis. Dan sebaliknya jika tanah mengandung unsur hara yang banyak maka akan membantu tanaman kacang hijau itu dalam pertumbuhan dan perkembangannya secara sempurna.
3.      Tanaman yang dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan subur adalah tanaman kacang hijau yang ditanam pada tanah humus. Hal ini karena tanah humus memiliki kandungan zat unsur hara makro dan mikro yang paling banyak diantara yang lain sehingga sangat baik digunakan untuk beercocok tanam. Tanah humus merupakan material organic yang berasal dari pelapukan daun-daunan ataupun ranting-ranting tanaman yang membusuk (memiliki dekomposisi) yang akhirnya berubah menjadi humus (bunga tanah) serta bias juga berasal dari kotoran hewan yang kemudian menjadi tanah yang berada dalam keadaan stabil, dan berwarna coklat kehitaman.
4.       Tanaman yang tidak dapat tumbuh dan berkembang lebih lambat atau tidak subur adalah tanaman kacang hijau yang ditanam pada jenis tanah gunung yang merupakan tanah yang kami ambil disekitar asrama kami sini. Sebab tanah gunung memiliki kandungan unsur hara yang relatif sangat sedikit. Sehingga tanah tersebut tidak dapat memenuhi salah satu kebutuhan unsur hara tanaman untuk tumbuh. Unsur hara tersebut baik unsur hara makro ataupun unsur hara mikro, yang apabila kekurangan salah satu unsur hara tersebut akan mengalami gejala-gejala seprti daun berwarna kuning, batang tidak kuat, akar tidak memiliki banyak serabut, dan lain sebagainya.









BAB VI  PENUTUP

6.1Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan maka dapat kami simpulkan bahwa berbagai kandungan unsur hara yang terkandung pada berbagai jenis tanah itu jelas berpengaruh, hal ini karena kandungan unsur pada setiap jenis tanah berbeda-beda. Ada tanah yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman secara sempurna namun ada juga yang tidak dapat memenuhi. Hal ini dapat kami lihat dari tanaman yang cepat dan tumbuh dan subur adalah kacang hijau yang ditanam pada tanah humus. Sedangkan tanaman yang tidak dapat tumbuh secara baik adalah tanaman kacang hijau yang ditanam pada tanah gunung. Sebab tanah humus mampu memenuhi kebutuhan zat unsur hara yang diperlukan selama pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut, baik unsur hara makro ataupun unsur hara mikro. Adapun jenis tanah lainnya kemungkinan besar ada salah satu unsur haranya yang tidak dimiliki oleh jenis tanah tersebut, sehingga tanaman kacang hijau tidak dapat mengalami pertumbuhan dan perkembangannya secara sempurna.


6.2 Saran

Di muka bumi ini . tumbuhan adalah sumber makanan , saran kami adalah marilah kita menjaga kelestarian tanaman karena kita menyadari bahwa tanpa tanaman atau tumbuhan kita tidak akan ada di muka bumi ini. Dan semoga dengan adanya makalah yang kami buat yang berjudul “Pengaruh
Nutrisi atau Makanan Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau “ para pembaca tertarik membacanya dan sebaiknya menanam tanaman pada medium tanah yang mengandung cukup besar unsur hara dan pH yang sesuai, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengaan baik, sehat, dan kokoh. Serta semoga penelitian seterusnya akan jauh lebih baik dan sempurna.


6.3       Daftar Pustaka

PrawironNarto,slamet.2004.Sains Biologi 1A.Jakarta:PT Bumi Aksara
£
Istamar syamsuri,dkk.2004.Biologi untuk SMA Kelas X.Jakarta : Erlangga
£
Istamar syamsuri,dkk.2006.Biologi untuk SMA Kelas XII.Jakarta : Erlangga
£
Skhyono,1999.Seribu Pena Biologi SMU Kelas 1.Jakarta:Erlangga
£
Siti,laila.2004.Biologi Sains dalam Kehidupan Kelas 1 SMA.Jakarta : Yudistira
£
















1 komentar: